Pontianak – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat, Jonny Pesta Simamora, menghadiri kegiatan Kick-Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) serta Kick-Off National Halal Fair (NHF) Kalimantan Barat 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (19/02), bertempat di Masjid Raya Mujahidin. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H guna memastikan ketersediaan uang layak edar, memperkuat pengendalian inflasi daerah, serta mendorong pengembangan ekosistem halal di Kalimantan Barat.
Acara dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa program SERAMBI & NHF 2026 merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran serta memastikan kecukupan uang Rupiah dalam kondisi layak edar selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional, yang secara historis diikuti peningkatan kebutuhan uang tunai, menuntut langkah antisipatif, terencana, dan terkoordinasi agar distribusi uang berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.
Layanan penukaran uang diselenggarakan melalui sinergi dengan perbankan dan berbagai pemangku kepentingan daerah dengan memperluas titik layanan, mengoptimalkan kas keliling, serta mendorong penggunaan aplikasi pemesanan penukaran guna meningkatkan efisiensi dan kenyamanan masyarakat. Selain itu, Bank Indonesia juga mengedukasi masyarakat untuk menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara serta mendorong keseimbangan transaksi tunai dan non-tunai demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan efektivitas pengendalian inflasi.
Pada tanggal 9–12 Maret mendatang, akan dilaksanakan layanan umum terpadu yang melibatkan berbagai instansi, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional, Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Kalbar, sektor UMKM, serta layanan perpajakan dan pelayanan masyarakat lainnya sebagai bentuk sinergi pelayanan publik.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa SERAMBI dan NHF 2026 merupakan bagian dari program strategis nasional untuk memastikan ketersediaan uang layak edar, menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah, serta mendukung kelancaran transaksi selama Ramadan dan Idul Fitri. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah juga menekankan penguatan empat aspek utama pengendalian inflasi, yakni ketersediaan pasokan bahan pokok, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi publik yang efektif guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut dirangkaikan dengan penyelenggaraan Halal Fair sebagai strategi penguatan ekonomi dan keuangan syariah daerah. Kalimantan Barat dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, mulai dari makanan dan minuman olahan, fesyen muslim, kosmetik halal, hingga sektor jasa berbasis syariah. Melalui momentum ini, Bank Indonesia bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) mendorong peningkatan sertifikasi halal bagi UMKM, memperluas akses pasar produk halal, serta mempercepat digitalisasi transaksi guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Sebagai wujud kepedulian terhadap stabilitas sosial dan ekonomi menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kegiatan ini juga diisi dengan Operasi Pasar Murah (OPM) yang menyediakan komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau. Langkah ini menjadi bagian dari strategi intervensi pasokan dan stabilisasi harga agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa tekanan lonjakan harga signifikan.
Acara ditutup dengan prosesi pemukulan bedug sebagai simbol dimulainya rangkaian program Ramadan, dilanjutkan dengan penyerahan uang tunai secara simbolis kepada perwakilan OPD dan instansi terkait. Momentum tersebut menandai kesiapan layanan penukaran uang Rupiah di Kalimantan Barat. Rangkaian penutupan dilengkapi dengan pelepasan mobil Kas Keliling Bank Indonesia yang akan beroperasi di berbagai titik layanan strategis guna memastikan distribusi uang berjalan tertib, aman, dan merata.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Kanwil Kemenkum Kalimantan Barat akan mengoptimalkan diseminasi informasi terkait Kekayaan Intelektual melalui media publikasi dan kanal digital selama rangkaian SERAMBI & OPM 2026. Selain itu, akan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap partisipasi UMKM dalam National Halal Fair 2026 sebagai dasar penyusunan program pembinaan lanjutan.
Kanwil Kemenkum Kalimantan Barat juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia terkait pembukaan booth pelayanan hukum pada 9–12 Maret mendatang guna memberikan layanan konsultasi dan fasilitasi administrasi hukum serta kekayaan intelektual kepada masyarakat secara langsung.
