
Pontianak – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat mengikuti Sosialisasi Aplikasi My Integrated Treasury System (MyIntress) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara virtual oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kamis (19/2).
Kegiatan yang diikuti oleh Tim Kerja Pengelolaan Keuangan Kanwil Kemenkum Kalbar ini bertujuan mempersiapkan pelaksanaan anggaran Tahun Anggaran 2026 melalui sistem monitoring terintegrasi berbasis digital.
MyIntress merupakan sistem yang dikembangkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk menyatukan dua aplikasi monitoring sebelumnya, yakni OMSPAN dan MonSAKTI, menjadi satu platform terpadu. Integrasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan pertumbuhan data, kebutuhan single-point of truth, serta meminimalisir keterlambatan akses informasi keuangan.
Kepala Kanwil Kemenkum Kalimantan Barat, Jonny Pesta Simamora, menegaskan bahwa transformasi digital dalam pengelolaan keuangan merupakan langkah strategis untuk memperkuat akuntabilitas dan transparansi anggaran.
“Implementasi MyIntress bukan sekadar perubahan aplikasi, tetapi bagian dari reformasi pengelolaan keuangan negara yang menuntut ketepatan data, kecepatan akses, dan transparansi. Kanwil Kemenkum Kalbar siap mendukung penuh transformasi ini demi pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel dan profesional,” ujar Jonny.
Ia menambahkan bahwa kesiapan sistem dan sumber daya manusia menjadi kunci sukses implementasi aplikasi tersebut pada Tahun Anggaran 2026.
Sebagai tindak lanjut, Tim Kerja Pengelolaan Keuangan Kanwil Kemenkum Kalbar akan melakukan pengecekan kelengkapan data pada aplikasi MyIntress serta memastikan seluruh akun aktif dan hak akses sesuai kewenangan masing-masing pengguna.
Melalui partisipasi aktif ini, Kanwil Kemenkum Kalbar menunjukkan komitmennya dalam mendukung modernisasi sistem perbendaharaan negara serta memastikan pengelolaan anggaran berjalan efektif, efisien, dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. (Humas).
Dokumentasi:









