
Pontianak - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat melalui Divisi Pelayanan Hukum kembali menyelenggarakan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual (KI) dan Monitoring Dashboard di Ruang Layanan Kanwil Kemenkum Kalbar, Kamis (20/11)
Pelayanan dilaksanakan oleh Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual sebagai bentuk komitmen Kanwil dalam menghadirkan layanan yang mudah diakses, responsif, serta berkualitas bagi masyarakat. Selain konsultasi secara langsung, layanan juga tersedia melalui media daring guna memperluas jangkauan dan memberikan kemudahan bagi pemohon Kekayaan Intelektual.
Pada pelaksanaan layanan hari ini, terdapat dua kegiatan utama yaitu konsultasi permohonan pendaftaran Merek atas nama Jo dengan penjelasan lengkap mengenai syarat dan prosedur, dan pengecekan Dashboard Monitoring DJKI untuk memastikan akurasi dan perkembangan permohonan KI di wilayah Kalimantan Barat.
Berdasarkan hasil pemantauan pada 20 November 2025, tercatat 8 permohonan Merek dan 5 permohonan Hak Cipta yang masuk. Secara keseluruhan, jumlah permohonan KI yang terekam dalam sistem Dashboard Monitoring telah mencapai 2.338 permohonan, yang terdiri dari 770 permohonan Merek, 38 permohonan Paten/Paten Sederhana, 29 permohonan Desain Industri, 1.500 permohonan Hak Cipta, dan 1 permohonan Indikasi Geografis
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kalimantan Barat Jonny Pesta Simamora menegaskan bahwa layanan konsultasi dan monitoring KI merupakan bagian dari langkah strategis Kanwil dalam memperkuat ekosistem inovasi di daerah.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang cepat, profesional, dan ramah bagi masyarakat. Penguatan layanan Kekayaan Intelektual menjadi prioritas kami karena KI memiliki peran penting dalam mendorong kreativitas, melindungi karya, dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Kalimantan Barat,” ujar Kakanwil.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Kalbar berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pendaftaran KI serta memanfaatkan fasilitas layanan yang telah disediakan guna melindungi hasil karya dan inovasi mereka.


