
Pontianak – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat, Jonny Pesta Simamora, hadir dalam acara Entrepreneur Hub Terpadu Kalimantan Barat 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Universitas Tanjungpura (Untan), Senin (2/6/2025).
Dalam kegiatan tersebut Kementerian Hukum Kalimantan Barat memberikan pendampingan dalam pendaftaran perusahaan perseroan perorangan (PT perorangan) secara gratis bagi 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan yang diprakarsai Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalbar ini bertujuan mendorong formalisasi usaha mikro agar lebih kompetitif di era digital.
Acara ini menampilkan Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, Rektor Untan, Garuda Wiko, Perwakilan platform digital (Lazada, Tokopedia, Grab), perbankan (BRI, Mandiri, BNI), serta asuransi (Jamindo, Perindo).
Dalam sambutannya, Menteri Maman Abdurahman menekankan pentingnya adaptasi UMKM menuju transformasi digital. “Dulu pasar tradisional jadi pusat ekonomi sekaligus sosial, kini beralih ke pasar modern hingga digital. Ini keniscayaan. UMKM tidak boleh menolak, tapi harus memanfaatkannya untuk meningkatkan omset,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kementerian UMKM tidak ingin meninggalkan pasar konvensional, melainkan memperkuat UMKM dengan ekosistem digital, termasuk kolaborasi dengan e-commerce seperti Lazada dan Tokopedia. "Ini solusi meningkatkan penjualan, bukan sekadar soal daya beli yang turun, tapi pola belanja yang berubah," jelasnya.
Maman juga menanggapi keresahan sopir ojek online (ojol) yang memprotes kebijakan aplikator seperti Grab dan Gojek. "Kami sedang mencari formula terbaik. Jangan sampai aksi merugikan hanya merugikan keluarga ojol sendiri. Sementara ini, jika tidak setuju dengan tarif, bisa pilih aplikator lain yang lebih adil," paparnya.
Pemerintah, kata dia, sedang mengkaji kebijakan berkeadilan bagi tiga pihak: ojol, aplikator, dan UMKM yang bergantung pada ekosistem ini.
Maman menyoroti 95% tenaga kerja UMKM masih di sektor informal. “Ini tantangan besar. Kami mendorong formalisasi agar lebih stabil dan berkontribusi pada ketahanan ekonomi,” tegasnya.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyambut baik inisiatif ini dan berjanji memprioritaskan pengembangan UMKM lokal. Kalbar punya potensi besar. Kolaborasi pemerintah, sejarawan, dan swasta adalah kuncinya, ucapnya.
Selain pendaftaran PT perorangan gratis, acara ini juga mempertemukan UMKM dengan Lembaga Jaminan Asuransi (Jamindo, Perindo) Perbankan (penyaluran KUR). Kegiatan Entrepreneur Hub Terpadu 2025 menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekosistem UMKM di tengah tantangan ekonomi digital.
Dokumentasi:




