
Pontianak – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat melalui Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum (AHU), Deswati, mendorong optimalisasi penggunaan aplikasi SILANOK (Sistem Laporan Online Notaris Kalimantan Barat) dalam rangka peningkatan efektivitas pengawasan terhadap kinerja notaris. Hal ini disampaikan dalam kegiatan pembinaan dan koordinasi bersama Sekretariat Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris se-Kalimantan Barat yang berlangsung di Ruang Rapat Divisi Pelayanan Hukum, Rabu (07/05/2025).
Dalam arahannya, Deswati menyampaikan apresiasi kepada unsur pemerintahan yang tergabung dalam Sekretariat MPD, khususnya dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, atas dukungan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Sekretariat MPD dari unsur pemerintah yang telah berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan. Sinergi yang terjalin baik selama ini menjadi kunci kelancaran pelaksanaan tugas MPD dan MKNW,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deswati menekankan pentingnya pemanfaatan aplikasi SILANOK sebagai alat monitoring yang efektif. “Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pelaporan dan pengawasan terhadap kinerja notaris di wilayah Kalimantan Barat. Kami berharap Sekretariat MPD dapat turut memantau dan mengingatkan para notaris agar disiplin dalam menyampaikan laporan bulanan mereka melalui aplikasi ini,” tegasnya.
Deswati juga mengingatkan bahwa belum semua notaris aktif melakukan pelaporan melalui aplikasi tersebut. Oleh karena itu, ia meminta dukungan dari Sekretariat MPD untuk menghimbau notaris di wilayahnya agar segera menyampaikan laporan secara berkala. “Pelaporan seharusnya dilakukan setiap tanggal 1 sampai 10 setiap bulan. Namun karena saat ini aplikasi SILANOK sedang dalam proses maintenance, khusus pelaporan bulan April dapat dilakukan pada tanggal 13 hingga 30 Mei 2025,” jelasnya.
Sebagai bentuk fasilitasi lebih lanjut, pihaknya juga meminta tim Sekretariat MPD untuk mengisi tautan Google Form yang akan dibagikan. “Setelah form diisi, kami akan buatkan user aplikasi SILANOK untuk masing-masing anggota Sekretariat agar mereka dapat turut serta dalam proses pemantauan,” imbuhnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan harapan agar kerja sama antar pihak yang terlibat semakin solid dalam mengawal profesionalitas dan akuntabilitas para notaris. “Mari kita jadikan teknologi sebagai alat bantu untuk mewujudkan pengawasan yang lebih efisien, akurat, dan terukur,” tutup Deswati.
Dokumentasi:





