
Pontianak - Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum Kalimantan Barat Hajrianor dan Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Devy Wijayanti beserta jajaran mengikuti Rapat Koordinasi Lanjutan yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual secara daring terkait Kegiatan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang akan diselenggarakan oleh Kementerian UMKM di Kalimantan Barat pada tanggal 12 Maret 2025 mendatang di Ruang Rapat Divisi Pelayanan Hukum, Selasa (04/03).
Aulia dari DJKI menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama (MOU) antara Kementerian UMKM dan Kementerian Hukum yang akan dilakukan dalam kegiatan festival tersebut. Acara ini akan dihadiri oleh para pelaku UMKM dengan target mencapai 1.000 peserta. Berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran acara.
Terkait penyerahan sertifikat pendaftaran merek bagi UMKM, terdapat 15 sertifikat untuk tahun 2023 yang telah siap diserahkan secara simbolis kepada penerima. Sementara itu, untuk tahun 2024, sertifikat masih dalam tahap inventarisasi. Langkah berikutnya adalah menghubungi para penerima agar proses serah terima dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, flyer terkait persyaratan pendaftaran merek bagi UMKM akan disebarkan melalui Kanwil guna mempermudah proses pengajuan.
Layanan konsultasi mengenai kekayaan intelektual juga menjadi bagian penting dalam acara ini, mengingat Kanwil memiliki target kinerja yang sejalan dengan kegiatan festival tersebut. Sebagai bentuk dukungan, Kanwil akan menyelenggarakan layanan konsultasi KI dengan membuka booth pelayanan KI, memberikan sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual bagi pelaku UMKM, serta melakukan survei dan kuisioner terkait layanan informasi.
Rangkaian kegiatan diseminasi KI dan layanan konsultasi KI akan berlangsung di Auditorium Universitas Tanjungpura. Untuk memastikan keberhasilan acara ini, koordinasi dengan Kementerian UMKM terus dilakukan guna menentukan waktu pelaksanaan diseminasi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan para peserta mendapatkan akses layanan yang optimal selama kegiatan berlangsung.



