Pontianak – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat menggelar kegiatan Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan purnabakti pegawai di Aula Soepomo, Senin (30/3).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kalbar Jonny Pesta Simamora, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Farida Wahid, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) Lanang Dwi Kurniawan, Rektor IAIN Syarif yang memberikan ceramah agama, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Kalimantan Barat Rose Mary, serta Ketua Majelis Pengawas Daerah (MPD) Kota Pontianak Petrus Yani Sukardi.
Dalam sambutannya, Kakanwil Jonny Pesta Simamora menyampaikan ucapan Selamat Idulfitri kepada seluruh jajaran serta mengajak untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.
“Atas nama pimpinan, saya mengucapkan Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Dalam kebersamaan kita tentu ada dinamika, oleh karena itu mari kita saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semangat Idulfitri harus menjadi energi baru bagi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsi secara lebih baik ke depan. Selain itu, ia juga memohon doa agar seluruh jajaran diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah organisasi.
Pada kesempatan tersebut, Kakanwil juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pegawai yang memasuki masa purnabakti, yakni Ahmad Yusuf dan Rini Setiawati. Ia menyebut pengabdian yang telah diberikan menjadi kontribusi besar bagi organisasi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga masa purnabakti menjadi masa yang penuh kebahagiaan dan kesehatan,” katanya.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Rektor IAIN Syarif menekankan bahwa tradisi halalbihalal merupakan kearifan lokal khas Indonesia yang sarat makna persatuan dan silaturahmi lintas elemen masyarakat. Ia menyebut nilai utama dari halalbihalal adalah saling memaafkan dan membersihkan diri dari sifat-sifat negatif.
“Halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk memperbaiki hubungan, memperkuat persatuan, dan membersihkan hati dari sifat-sifat yang merusak,” jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan dari pegawai yang memasuki masa purnabakti, serta penyerahan cenderamata sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kebajikan semakin menguat di lingkungan Kanwil Kemenkum Kalbar dalam mendukung peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. (Humas).
Dokumentasi:
