
Pontianak - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat menerima audiensi dari mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura yang tergabung dalam Justitia Club pada Selasa (7/4/2026) di Ruang Rapat Kepala Divisi Pelayanan Hukum. Audiensi tersebut membahas permohonan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Tanjungpura Law Festival 2026 yang mengangkat tema “The Law of Creation Without a Creator” sebagai upaya penguatan pemahaman hak cipta di era kecerdasan artifisial.
Kegiatan audiensi dihadiri oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum Farida beserta jajaran, yakni Analis Kekayaan Intelektual Ahli Muda, Penelaah Teknis Kebijakan, dan CPNS Analis KI Ahli Pertama. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan mahasiswa, Fadil, memaparkan bahwa rangkaian kegiatan Tanjungpura Law Festival 2026 akan dilaksanakan pada 8–9 Mei 2026, terdiri dari lomba legal opinion yang menyasar mahasiswa hukum se-Kalimantan Barat serta seminar hukum dengan tema “Kecerdasan Artifisial sebagai Subjek Hukum? Dekonstruksi Paradigma Hak Cipta dan Tantangan Regulasi di Era AI”.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Pelayanan Hukum menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap inisiatif mahasiswa dalam mengangkat isu hukum kontemporer, khususnya di bidang Kekayaan Intelektual. Kanwil Kemenkum Kalbar membuka peluang untuk berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, untuk peran juri lomba, disarankan agar melibatkan Tim Penyuluh Hukum (P3H) yang dinilai memiliki kompetensi yang lebih relevan.
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa kerja sama yang dibangun diharapkan bersifat sinergis dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Kanwil Kemenkum Kalbar juga mendorong agar peserta kegiatan dapat menghadirkan karya cipta yang berpotensi didaftarkan, sehingga pada pelaksanaan kegiatan nantinya dapat dibuka booth layanan Kekayaan Intelektual sekaligus pendampingan langsung dalam proses pendaftaran hak cipta.
Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan, kedua pihak sepakat akan melakukan koordinasi lanjutan, khususnya antara panitia dengan Tim Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Kalbar. Koordinasi ini mencakup aspek teknis pelaksanaan kegiatan hingga kesiapan dukungan yang akan diberikan.
Menutup audiensi, pihak mahasiswa Universitas Tanjungpura menyampaikan apresiasi atas sambutan positif serta peluang kerja sama yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk segera melengkapi proposal resmi dan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak universitas. Kanwil Kemenkum Kalbar pun menyatakan kesiapan untuk terus mendukung dan membuka ruang diskusi demi suksesnya pelaksanaan Tanjungpura Law Festival 2026 serta peningkatan kesadaran pelindungan Kekayaan Intelektual di kalangan akademisi.



